Showing posts with label Garis Coretanku. Show all posts
Showing posts with label Garis Coretanku. Show all posts

Friday, January 6, 2012

Kurangnya Kesadaran Generasi Muda Terhadap Budaya Tradisional dan Solusi Pemecahannya


Tidak terkendalinya aksi imoral yang dilakukan para generasi muda serta pudarnya nilai-nilai budaya tradisional yang dulu dipegang teguh oleh para tetua, cukup memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Berbagai faktor menyebabkan generasi muda Indonesia mulai melupakan nilai-nilai tersebut dan penyebab utamanya yaitu masuknya budaya asing dalam kehidupan masyarakat tanpa adanya filterisasi secara seksama.

Pesatnya perkembangan jaman yang disertai perkembangan IPTEK ternyata tidak selamanya menguntungkan bangsa. Melalui inilah budaya asing mulai menyisip masuk dan mengolah cara pikir masyarakat, salah satu target terbesarnya adalah generasi muda. Pemerintah dan generasi muda seharusnya dapat memilih dan memilah sendiri mana yang seharusnya ditinggalkan dan mana yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan, terutama dalam kebudayaan lokal.

Realita sekarang menunjukkan para generasi muda lebih memilih budaya asing disebabkan kurangnya perhatian dari masyarakat untuk terus mempertahankan nilai-nilai tradisional dalam kehidupan. Pendapat yang menyatakan bahwa budaya tradisional dianggap kolot seakan disetujui oleh sebagian besar masyarakat. Inilah yang mengikis budaya tradisional da akhirnya malah dilupakan oleh masyarakat.

Contoh yang dapat kita lihat adalah dari segi berpakaian. Umumnya, generasi muda saat ini lebih mengutamakan kemewahan yang nantinya dapat menunjukkan status social atau kasta mereka masing-masing. Atau contoh lainnya, merebaknya penggunaan internet yang justru dipergunakan sebagai transaksi illegal maupun situs porno yang akibatnya bisa merusak generasi kita. Tidak hanya itu, di berbagai sekolah pun sudah mulai mengganti kegiatan ekstrakurikuler gamelan menjadi ekstrakurikuler band. Juga di saluran televise nasional mulai menghentikan pertunjukan wayang kulit menjadi pertunjukan musik modern. Walaupun begitu, ada juga yang memodernisasikannya dengan kemunculan komedi tradisional modern, misalnya Opera Van Java.

Padahal jika kita menelusuri lebih lanjut, budaya tradisional Indonesia mempunyai corak khas dibandingkan budaya asing tersebut. Corak khas dari budaya tradisional tampil melalui unsur kebudayaan fisik, adanya pranata-pranata dari suatu pola sosial khusus serta adanya perbedaan suatu tema budaya khusus yang dianut masyarakatnya. Hal inilah yang menyebabkan budaya Indonesia lebih mencolok dan dapat dibedakan dari budaya asing lainnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya tradisional menekankan untuk terciptanya kesatuan manusia yang merasakan keterikatan oleh keseragaman.

Keterikatan inilah yang nantinya dapat mengontrol cara pemikiran masyarakat untuk terus berada dalam jalur yang sesuai dengan ideologi nasional Indonesia. Sehingga komunikasi antara manusia dan mobilitas manusia yang semakin meluas seharusnya dapat meningkatkan nilai-nilai budaya tradisional.


Beberapa solusi mengantisipasi hal ini adalah :


  • Bersikap kritis terhadap budaya asing yang merusak.
  • Meningkatkan pengetahuan dan teknologi yang disertai peningkatan iman dan takwa.
  • Menumbuhkan rasa nasionalisme yang kuat.
  • Menanamkan dan mengamalkan  ajaran agama.
  • Melaksanakan supremasi hukum.
  • Selektif terhadap segala budaya asing.
Cara ini dapat kita lakukan melalui ceramah, dialog, diskusi maupun penyampaian melalui media elektronik dan media cetak, misalnya :
  • Melalui keteladanan, yaitu memberikan contoh sikap perilaku yang mengutamakan kepentingan nasional sehingga muncul rasa nasionalisme. Contohnya, mengadakan upacara tiap hari Senin atau memberikan penghargaan bagi para penari tradisional.
  • Edukasi, yaitu memberikan pendidikan formal maupun informal kepada seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda. Contohnya, mendirikan ekskul tari tradisional di sekolah.
  • Menciptakan komunikasi demi terciptanya kesatuan pemahaman tentang nilai budaya. Contohnya, mengadakan pertunjukan wayang kulit yang isi ceritanya tentang moral kehidupan.
  • Melaksanakan pengelolaan kebudayaan. Contohnya, mendirikan museum batik yang terdiri dari seluruh hasil karya batik Indonesia.
Dengan antisipasi tersebut, diharapkan nantinya generasi muda akan berminat kepada kebudayaan tradisional ketimbang budaya asing yang kini mulai merusak tata cara pergaulan mereka.

Referensi :
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Rineka Cipta.
Kamaluddin, Rusman. Modul Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Universitas Gunadarma.

Wednesday, January 4, 2012

Antara Televisi dan Buku, yang Mana?

"Yang tidak diajarkan televisi adalah cara membunuh televisi,"
Taufik Ismail - Malu Aku Jadi Orang Indonesia




Petikan syair dari Taufik Ismail diatas mungkin dapat menjadi pendorong bagi masyarakat, terutama para orangtua untuk memperhatikan dan menyelamatkan anak-anaknya dari bahaya televisi. Memang tidak selamanya program televisi itu merusak mental anak-anak, ada juga yang berisi edukasi. Namun sepertinya jumlah ini kalah saing dibandingkan program televisi yang berisi vulgarisme, seperti kekerasan, pornografi dan gosip. Bahakn lebih parah lagi, sepertinya saat ini beberapa orangtua sudah maklum dan tidak segera mengalihkannya ke program televisi yang lain jika ada adegan seperti itu.


Salah satu koran terbitan Surabaya tahun 2007 bahkan menyatakan bahwa sebagian besar orangtua malah memberikan fasilitas televisi di tiap kamar anaknya demi kenyamanan dan kesenangan anak. Mungkin ada juga yang sudah menambahkan fasilitas berupa CD player atau sebagainya. Mereka mengabaikan moralitas anak yang mungkin mereka tidak sadari.


Padahal telah jelas kita lihat gaya berbahasa, perilaku, serta pemikiran anak-anak yang sudah terkontaminasi oleh program-program yang disiarkan televisi yang kurang baik. Misalnya, tidak jarang ditemui anak-anak seumuran SD saja sudah mengenal istilah pacaran, selingkuhan, TTM, melakukan tindak kekerasan yang berujung kematian antar teman sebayanya, bahkan mereka bisa lebih update mengenai kehidupan artis yang mereka gandrungi saat ini.


Alternatif Lain : Buku?




Sebenarnya tidak masalah jika anak-anak menonton televisi asalkan para orangtua bisa selektif dalam pemilihan program televisi dan batasan waktu menonton. Misal, kartun edukasi, sinetron religisu, ceramah agama, berita atau komedi. Adapun beberapa orangtua justru memilih untuk menghentikannya dan mengalihkannya dengan memberi suapan berupa buku-buku ilmu pengetahuan, majalah, agama dan sebagainya. Hal ini selain bisa menumbuhkan minat belajar pada anak, mereka juga mendapatkan rangsangan untuk otak mereka. 


Maka rawatlah terus minat diri dan keluarga dalam membaca dan mengakrabinya. Seperti yang pernah Allah katakan dalam surat cintanya,
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."
(QS. Al-Alaq : 1)


Referensi :
Buletin Jum'at TABLIGH. No. 146 Tahun IV. 5 Februari 2010.


Sumber Gambar :
http://www.google.co.id/imgres?q=televisi&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=709&tbm=isch&tbnid=QIwEb8air0YsBM:&imgrefurl=http://kapita-fikom-915080035.blogspot.com/2011/05/television-is-your-partner-oleh-dr.html&docid=lKHTzbIb_4UL8M&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg_M0Q-_8D4g20-pOUpfmMadWiD3Qs87FKH4hTTiTPAkjQKGXcGB_5V_MGNinSU_ZIjGS8CZwo5-aN3Tr4_ZThRX97Tao4vi9N27clesdzZKGXKC1n4i0W-upWTU3_Bw34uLOCvpn_tk8/s1600/12547-televisi.jpg&w=400&h=326&ei=jEMET4-IDtDJmAXI6bG8Dw&zoom=1
http://www.google.co.id/imgres?q=BUKU&um=1&hl=id&biw=1280&bih=709&tbm=isch&tbnid=tJ_CZq6lzlgXBM:&imgrefurl=http://putra-piliang.blogspot.com/2009/12/cara-mudah-pasang-banner-gerakan-hibah.html&docid=7GCt5Tpp3cGnLM&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWaJwoQ_0Qdj3lIxvkUtQOJ7KXErNTaTVk9FJKDEKnGaZMiF-ZMdP89kheJ6YFn5eaJ9Nr57a7ILNioTK3-PTje99KQdf5nElY6EnA8A50eFMpAMnCfkmjWbvCZ87KEFLaobID53ppA_EP/s1600/satu%252Bjuta%252Bbuku.jpg&w=586&h=500&ei=7EMET7OaEqyJmQXq6sz4Cg&zoom=1

Monday, January 2, 2012

Peran Mahasiswa dalam Pembentukan Masyarakat Islami

Tanggal 11 Desember 2011 lalu, saya mengikuti sebuah seminar Peran Mahasiswa dalam Pembentukan Masyarakat Islami yang diselenggarakan oleh HASMI (Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat islami) di gedung pusat studi jepang, UI Depok. Dalam seminar tersebut, pembicara memberikan banyak penjelasan yang insyaAllah sangat bermanfaat untuk para mahasiswa dalam menerapkan ajaran Islam di kehidupannya. Berikut ini saya akan membahas ulang tentang hasil seminar tersebut.


Pertama-tama, kita buka surat Al-Baqarah ayat 128,
"Ya Tuhan, jadkanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibdah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Ynag Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Sesuai dengan arti dari surat tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa masyarakat islami adalah individu maupun kelompok yang bersatu dengan ketaatan kepada aturan-aturan Allah. Sedangkan masyarakat yang tidak islami adalah individu maupun kelompok yang ingkar dan tidak taat kepada aturan-aturan Allah.


Saat ini masyarakat mulai terlena oleh peradaban asing yang sebenarnya membawa beberapa dampak buruk jika masyarakat tidak memulai untuk mencegah dan menyaringnya. Salah satu hal yang mulai memburuk saat ini adalah tentang kesetaraan gender. Menurut beberapa orang, kesetaraan gender merupakan tidak adanya perbedaan antara wanita dan pria, mereka dianggap sama. Padahal dalam agama Islam dijelaskan bahwa adanya batasan-batasan yang sangat jelas diantara keduanya.


Memang, persamaan antara wanita dan pria adalah seimbang dalam menerima rahmat-Nya atas ibadah yang telah mereka lakukan. Semua manusia di hadapan Allah adalah sama, kecuali dalam amalnya. Jika si wanita menunaikan ibadah haji sesuai ketentuan, maka sama halnya dengan pria yang menunaikan ibadah haji sesuai ketentuannya. Tidak ada yang bisa menilai, kecuali Allah.


Sedangkan perbedaannya adalah peran dalam masyarakat. Contoh kecilnya adalah wanita yang mengurus rumah tangga, pria yang mencari nafkah. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari kita jumpai masih ada wanita yang mencari nafkah, namun hal ini haruslah masih ada dalam batasan tertentu karena memang pria yang seharusnya membanting tulang demi sesuap nasi untuk keluarganya, kecuali ada alasan-alasan yang jelas.


Hal ini yang seharusnya dapat membuat kita berpikir dan bertindak cepat dalam menerapkan ajaran Islam dalam masyarakat. Dalam pembentukan masyarakat islami, dibutuhkan berbagai proses yaitu :


  • Kesadaran diri dan masyarakat untuk menerima syariat Islam.
  • Menerapkan syariat Islam kepada diri sendiri terlebih dahulu.
  • Dalam urusan berumah tangga, pilihlah calon yang baik agamanya.
  • Mengurus dan membina keluarga sesuai tuntunan syariat Islam.
  • Mengenalkan serta berdakwah kepada masyarakat tentang Islam dan seluk beluknya.
  • Menerapkan syariat kepada masyarakat.


Strategi penerapan syariat yang dapat kita lakukan yaitu :


  • Berdakwah menggunakan berbagai macam media.
  • Berdiskusi dan bertoleransi (namun tidak toleransi dalam hal-hal berbau prinsip).
  • Parlementer merupakan strategi yang kurang tepat.
  • Yang terakhir adalah jihad, namun hal ini dilaksanakan jika negara dalam kondisi terdesak. Misalnya perang.


Jika kita dapat segera merealisasikannya dalam kehidupan diri sendiri, lalu keluarga, maka nantinya akan lebih mudah dalam menerapkannya di masyarakat. Sehingga terciptalah masyarakat Islami yang benar-benar taat kepada perintah-Nya. Semoga bermanfaat, aaamiin.

♥●•٠·˙ Ukhuwah Islamiyyah ˙·٠•●♥

(Lagi-lagi) saya menuliskan artikel yang saya dapatkan dari kajian beberapa tahun yang lalu yang masih tercatat rapi di buku. Kali ini saya akan membahas tentang Ukhuwah Islamiyyah.


Menurut Hasan Albanna, ukhuwah islamiyyah adalah keterikatan hati dan jiwa dengan ikatan aqidah berdasarkan syariat islam. Ukhuwah islamiyyah juga merupakan jalinan yang dibangun berdasarkan kecintaan kepada Allah swt, Islam dan Rasul-Nya.


Nah, untuk menguatkan ukhuwah islamiyyah ada banyak cara, yaitu :

  • Memberitahukan kecintaan kepada yang dicintainya.
  • Memohon dido'akan saat berpisah.
  • Menunjukkan kegembiraan dan senyuman saat berjumpa. Hal ini pasti lebih baik daripada saat kita bertemu seseorang dan ia cemberut tanpa alasan yang jelas.
  • Bersilahturahmi.
  • Saling memberi hadiah.
  • Memperhatikan saudara dan saling membantu dengan ikhlas.
  • Memenuhi hak ukhuwah.
  • Mengucapkan selamat saat saudara lain berbahagia.

Pada poin kelima, disebutkan tentang memenuhi hak ukhuwah. Hak ukhuwah terdiri dari 6 hak muslim kepada muslim lainnya, yaitu :

  • Mengucapkan salam dan wajib membalas salam.
  • Jika ada saudara yang mengundang, maka penuhi dan dihadirilah undangan tersebut.
  • Jika ada saudara yang minta dinasehati, maka nasehatilah dengan kata-kata yang baik.
  • Jika ada saudara yang sakit, maka jenguklah ia dan doakanlah agar Allah memberikah kesembuhan serta kesehatan padanya. Hal ini juga bisa memberikannya kebahagiaan.
  • Jika ada saudara yang bersin dan membaca hamdalah, maka doakanlah ia.
  • Jika ada saudara yang meninggal, maka mandikan, sholatkan dan antarkanlah ke kubur.

Hasil yang kita terima saat menjalin ukhuwah islamiyyah banyak sekali, beberapa diantaranya yaitu :

  • Merasakan lezatnya iman.
  • Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat.
  • Mendapatkan tempat khusus di surga.

Semoga artikel ini bermanfaat. Aaamiin.


Sumber Gambar :
http://www.google.co.id/imgres?q=ukhuwah+islamiyah&um=1&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=709&tbm=isch&tbnid=dp1fj2f3qdTmMM:&imgrefurl=http://kalamsangpencinta.blogspot.com/2011/01/ukhuwah-islamiyah.html&docid=eqc1a6WPLNXHlM&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKxWJiwSK4VufxT3QLgkmXhYZdoxLryryOyijrSKcSFceZM2v5A01YttNg9sTKQ2XeixX8vy1exXcEL4I9kCVxxuTMCSOCi_v2Fc5NP_LYrEunPhe5eaGsmp9i07BjaX7zqe1PLynnjqE/s320/ukhuwah1.jpg&w=320&h=249&ei=F7UBT5i4HYuWmQXYv6iXAg&zoom=1

Thursday, December 29, 2011

Inilah adabnya !!

Iseng-iseng, saya membuka beberapa catatan saya dari beberapa ceramah di waktu lalu. Salah satu yang saya temukan adalah adab mencari ilmu, yang dibahas juga adab bagi murid dan adab bagi guru. Selengkapnya saya berikan referensi dari salah satu artikel blog juga yang nanti akan saya bahas disini.

.... (~ˇ▼ˇ)~ ~(ˇ▼ˇ)~ ~(ˇ▼ˇ~) ... (~ˇ▼ˇ)~ ~(ˇ▼ˇ)~ ~(ˇ▼ˇ~) .... (~ˇ▼ˇ)~ ~(ˇ▼ˇ)~ ~(ˇ▼ˇ~) ....

Adab Mencari Ilmu

 
1. Ikhlas
 
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam, "Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya..." (Hadist, Riwayat Bukhari).

Imam Nawawi menyatakan, para ulama memiliki kebiasaan menulis Hadist ini diawal pembahasan, guna mengingatkan para pencari ilmu agar meluruskan niat mereka sebelum menelaah kitab.

2. Mengutamakan yang Wajib
 
Hendaknya penuntut ilmu mengutamakan ilmu yang hukumnya fardhu ain untuk dipelajari terlebih dulu, semisal masalah aqidah, halal haram,dan kewajiban yang dibebankan kepada muslim, maupun larangannya.

3. Meninggalkan yang tidak Bermanfaat
 
Tidak semua ilmu boleh dipelajari, karena ada ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat, bahkan bisa menjerumuskan orang yang mempelajarinya kepada keburukan, misal; ilmu sihir.
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman, padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setanlah yang kafir yang mengerjakan sihir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut..." (Q. Al-Baqarah 102)

4. Menghormati Ulama
 
Rasulullah SAW. bersabda, "Barang siapa menyakiti waliku, maka Aku telah mengumandangkan perang kepadanya" (Hadist Riwayat Bukhari)

Imam Syafi'i dan Imam Hanifah menafsirkan yang dimaksud wali dalam hadist itu adalah para ulama. Sehingga jangan sampai seorang penuntut ilmu melecehkan mereka, karena perbuatan itu mengundang murka dari Allah SWT.

5. Tidak Malu
 
Sifat malu dan gengsi bisa menjadi penghalang seseorang untuk memperoleh ilmu. Karena itu para ulamamenasehati agar kedua sifat itu ditinggalkan dalam menuntut ilmu, hingga pengetahuan yang bermanfaat bisa didapat.

6. Memanfaatkan Waktu
 
Hendaknya pencari ilmu tidak menyia-nyiakan waktu hingga terlewatkan waktu belajar. Ulama besar seperti Bukhari, bisa dijadikan contoh dimana beliau menyalakan lentera lebih dari 20 kali dalam semalam untuk menyalin Hadist yang telah beliau peroleh. Artinya beliau amat menghargai waktu, malam hari pun tidak beliau lewatkan kecuali untuk menimba ilmu.

7. Bermujahadah
 
Para ulama dahulu tidaklah bersantai-santai dalam mencari ilmu. Tentu kalau seorang muslim menginginkan memiliki ilmu sebagaimana ilmu yang mereka miliki, maka harus bersunggu-sungguh, seperti kesungguhan yang telah mereka lakukan.

Ada yang mengatakan kepada Imam Ahmad saat beliau terlihat tidak kenal lelah dalam mencari ilmu. "Apakah engkau tidak beristirahat?" Beliau hanya mengatakan, "Istirahat hanya di Surga"

8. Menghindari Maksiat

Nasihat Imam Al-Waqi' kepada Imam Syafi'i mengenai sulitnya menghafal sangatlah berharga. Imam Al Waqi' menjelaskan bahwa ilmu adalah cahaya dari Allah SWT, sehingga tidak akan pernah bersatu dengan jiwa yang suka bermaksiat.

9. Mengamalkan Ilmu
 
Setiap ilmu yang dipelajari harus diamalkan. Para pencari ilmu hendaknya bersegera mengamalkan apa yang telah ia ketahui dan pahami, jika hal itu berkenaan dengan amalan-amalan yang bisa segera dikerjakan. Ali bin Abi Thalib ra. mengatakan " Wahai pembawa ilmu, beramallah dengan ilmu itu, barang siapa yangsesuai antara ilmu dan amalannya, maka mereka akan selalu lurus". (Riwayat Ad Darimi)

Adab Bagi Guru

  1. Belas kasih kepada murid.
  2. Meneladani Rasulullah dengan tujuan karena Allah.
  3. Menasehati murid.
  4. Mencegah murid dari akhlak tercela.
  5. Tidak mencela ilmu yang tidak ditekuninya.
  6. Mmebatasi sesuai kemampuan pemahaman murid.
  7. Menjelaskan hal-hal yang cocok dengan kemampuannya.
  8. Melaksanakan ilmunya.
Adab Bagi Murid

  1. Mendahulukan kesucian jiwa daripada kejelekan akhlak dan keburukan sifat, karena ilmu adalah ibadahnya hati, shalatnya jiwa dan peribadahan batin kepada Allah.
  2. Mengurangi keterikatannya dengan kesibukan dunia karena ikatan itu memalingkan.
  3. Tidak bersikap sombong kepada orang yang berilmu dan tidak sewenag-wenang.
  4. Orang yang menekuni ilmu pada tahap awal harus menjaga diri dari mendengarkan perselisihan diantara manusia.
  5. Tidak boleh meninggalkan cabang ilmu yang terpuji.
  6. Tidak menekuni semua bidang ilmu secara sekaligus, tetapi harus menjaga urutan dan dimulai dari yang paling penting.
  7. Tidak memasuki cabang ilmu yang lain sebelum menguasai cabang ilmu sebelumnya.
  8. Mengetahui penyebab agar mendapatkan ilmu yang mulia.
  9. Tujuannya menghias dan mempercantik diri (batin dengan agar dekat dengan Allah.
  10. Mengetahui kaitan antar ilmu.

     Referensi :
    http://alhaudh.blogspot.com/2009/07/adab-mencari-ilmu.html 
     Sumber Gambar :
    http://www.google.co.id/imgres?q=adab+mencari+ilmu&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1280&bih=681&tbm=isch&tbnid=C-rAcCSYOjnUOM:&imgrefurl=http://alqiyamah.wordpress.com/2010/01/16/keutamaan-dan-adab-mencari-ilmu/&docid=VN3rUrsmMDM1mM&imgurl=http://alqiyamah.files.wordpress.com/2010/01/ilmu.jpg&w=550&h=408&ei=fpv8TsG_NYWsrAeDzJTwDw&zoom=1
    http://www.google.co.id/imgres?q=adab+mencari+ilmu&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1280&bih=681&tbm=isch&tbnid=BRA0Q8-GjExzmM:&imgrefurl=http://maisarahgirl.blogspot.com/2010/11/adab-penuntut-ilmu.html&docid=-rsWasxYzjfvvM&imgurl=http://2.bp.blogspot.com/_Qk_2qwhbMq8/TN9zlQ2LczI/AAAAAAAAAR4/Sncm68bAssI/s320/bljar%25252Bilmu.JPG&w=320&h=279&ei=fpv8TsG_NYWsrAeDzJTwDw&zoom=1
    http://www.google.co.id/imgres?q=adab+mencari+ilmu&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1280&bih=681&tbm=isch&tbnid=yXLyj7EZDimFzM:&imgrefurl=http://zoukhi.blogspot.com/&docid=lQ1k_c6l0Lzu6M&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOuVHpJGroK0ICU4JcGypfLsdDa0Kn6fVRpFw-z9xZg0sPGlmDUEnQgYvhQ9HB_8PWbvDtY3YBdezAFPxUgjaZjyal5jJ4BTC7N9-joBRPV0TsZOFy-Nv_YC_2wDeiqj9RIsODOQ62YtYW/s400/PR0002.JPG&w=400&h=317&ei=fpv8TsG_NYWsrAeDzJTwDw&zoom=1

Pokoknya NIAT !!



Dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar bin al-Khaththāb, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut”
(HR. al-Bukhāriy dan Muslim)
Faedah Hadits:
  • Tidak akan pernah ada amal perbuatan kecuali disertai dengan niat.
  • Amal perbuatan tergantung niatnya.
  • Pahala seseorang yang mengerjakan suatu amal perbuatan sesuai dengan niatnya.
  • Seorang ‘alim (guru, ustadz atau pendidik) diperbolehkan memberikan contoh dalam menerangkan dan menjelaskan.
  • Keutamaan hijrah, karena Rasulullah saw menjadikannya sebagai contoh permisalan. Dalam Shahih Muslim (No. 192), dari ‘Amr bin al-‘Ash, bahwa Rasulullah saw bersabda:, "Seseorang akan mendapatkan pahala kebaikan, atau dosa, atau terjerumus dalam perbuatan haram dikarenakan niatnya."
  • Suatu amal perbuatan tergantung wasilahnya. Maka sesuatu yang mubah dapat menjadi suatu bentuk ketaatan dikarenakan niat seseorang ketika mengerjakannya adalah untuk memperoleh kebaikan, seperti ketika makan dan minum, apabila diniatkan untuk menyemangatkan diri dalam ketaatan.
  •  Suatu amal perbuatan dapat menjadi kebaikan yang berpahala bagi seseorang, namun dapat pula menjadi dosa yang diharamkan bagi seseorang yang lain, adalah sesuai dengan niatnya.
  
·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ. ˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ. ˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ. ˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ. ˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ. ˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ. ˙·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ.

Malam ini saat membuka buku catatan, tertulis hadits tersebut di halaman depan, tepat berada di tengah-tengah halaman. Sejenak saya terdiam, memikirkan apa yang sudah saya perbuat selama ini. Apakah memang apa yang saya lakukan itu sudah diniatkan? Diniatkan untuk apa? Dan untuk siapa? Saya tergelitik untuk mengingat masa lalu yang membuat saya mendapatkan banyak pelajaran hanya dari satu hadits ini.

Ya, terkadang kita meniatkan sesuatu hanya saat kita melaksanakan ibadah rutin, misalnya shalat atau puasa, benar?! Padahal selama ini kita tidak menyadari bahwa apapun yang kita lakukan sebenarnya dapat menjadi suatu ladang ibadah juga untuk diri kita. Diri yang lalai akibat pergaulan yang menghebohkan di masa kini membuat saya - mungkin juga anda - lupa atas makna sebenarnya dari niat itu.

Salah satu yang saya ingat saat seorang guru pernah berkata, hal terkecil yang kita lakukan, misalnya saat perjalanan pergi ke sekolah yang diniatkan untuk mencari ilmu yang diridhai Allah sebenarnya sudah menambah pundi-pundi amal kebaikan kita. Memang kedengarannya aneh, bagaimana mungkin kita yang berjalan kaki saja sudah dihitung pahala? Itulah kuasa-Nya, dengan perhitungan yang sangat detil. Menakjubkan bukan?!

Contoh yang lain, misalnya saat seseorang memerlukan bantuan kita. Terkadang kita membantunya hanya untuk meringankan bebannya, entah setelah itu dia berterimakasih atau tidak pun kita tetap acuh tak acuh. Yang penting tugas saya selesai, itulah pikir kita. Padahal jika sedari awal kita memang sudah meniatkan untuk membantunya dengan ikhlas karena Allah dan meringankan bebannya, itu malah menjadi bonus untuk kita.

Oh iya, ada juga seorang teman yang pernah bertanya dalam suatu forum diskusi di kelas, bagaimana jika seseorang ingin membantu orang lain atau mengerjakan ibadah, namun terbersit niat untuk riya' (Sombong)

Saat itu guru saya hanya berkata,
"Apapun yang kalian kerjakan pastinya akan mendapatkan halangan dari setan, salah satunya terbersit untuk riya'. Lalu, apakah karena niat itu lantas kita membatalkan perbuatan yang akan kita lakukan? Tidak! Justru itulah upaya setan untuk membatalkan perbuatan baik kita".

Teman saya pun melanjutkan pertanyaannya, apa yang seharusnya kita lakukan? Karena menurutnya percuma saja jika kita melaksanakan suatu perbuatan baik namun berakhir dengan riya' yang sia-sia.

Guru saya pun menjawab kembali,
"Apakah kalian lupa bahwa Allah Maha Mengetahui apa-apa yang  ada dalam hati para hamba-Nya? Kerjakanlah apa yang menurut kalian itu baik dan sesuai dengan syariat Islam. Urusan riya' lah, pahala lah atau dosa sekalipun, hanya Allah yang berhak menentukan, dan kita yang hanya menjalankan dengan berharap keridhaan-Nya. Niat itu nantinya akan bisa berubah menjadi suatu keikhlasan jika kita terus mengerjakan kebaikan sambil mencoba berusaha mengikhlaskannya."
Ya, niat yang kita anggap sepele pun ternyata dapat membawa dampak yang besar untuk kita menjadi pribadi yang gemar mengerjakan amal kebaikan.Jadi, Luruskan NIAT !

Referensi :
http://eko-agus.abatasa.com/post/detail/3969/hadits-niat 
Sumber Gambar :
http://www.google.co.id/imgres?q=niat&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1280&bih=681&tbm=isch&tbnid=mEqudmFpn6zJ-M:&imgrefurl=http://penacantik.blogspot.com/2011/07/niat-yang-ternoda.html&docid=OVTqemvcTr33TM&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNJjdpFr92I-1wM97vPffJuHI17dSqUTrp0ar2gAP4P9FVcJgrnVYh_yGawhaD-cLjRJAFv08PEPxvM1HzF494X46p2r_unMGRPHbVcSPafCAWkzjSVZZT07txX8Wy_F0V7keGJiZbloI_/s1600/niat.png&w=450&h=500&ei=tZ38Tu2ROtHOrQe5p_ToDw&zoom=1
http://www.google.co.id/imgres?q=niat&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1280&bih=681&tbm=isch&tbnid=mWMmNNasMQ9Z9M:&imgrefurl=http://dita-kinako.blogspot.com/2011_01_01_archive.html&docid=4tZVfQ05P--EfM&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYG_tTG92gx3vQiG_i3wZ3WpHfTSF7TjSzBrGbMDa5mpO3n35aH9myqi9FdyVdPpd2IdjZzqoHiXDVABTmCNHNDj7ytvN6rRXP5liL1sqwZXz6hujGfM3g3eP2-9_-MQLylS2wkBeqM1E/s1600/niat.jpg&w=461&h=602&ei=tZ38Tu2ROtHOrQe5p_ToDw&zoom=1
http://www.google.co.id/imgres?q=niat&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1280&bih=681&tbm=isch&tbnid=q8l7xaldmwfjVM:&imgrefurl=http://shonave.wordpress.com/2010/08/22/niat/&docid=ejBdvJMxyz5-gM&imgurl=http://shonave.files.wordpress.com/2010/08/niat.jpg&w=440&h=421&ei=tZ38Tu2ROtHOrQe5p_ToDw&zoom=1